Stories Of Us

Jumat, Mei 18

If your mouth won't tell, your body, even bones will...


Satu tim saintis di Jeffersonian Institute di kota Washington D.C. Amerika Serikat, sekali lagi berhasil membantu FBI dalam mengungkap sebuah kasus penemuan tanpa sengaja tulang belulang manusia di dalam cetakan semen yang telah mengeras. Mengandalkan keahlian dan ketekunan para saintis serta kecanggihan teknologi di Jeffersonian, FBI sukses memecahkan misteri tersebut. Para ahli di Jeffersonian ini sebagian besar adalah terunggul di bidangnya. Salah satunya adalah Dr. Temperance Brennan, seorang forensik antropologis brilian dan cantik. Tulang apa saja termasuk tulang ceker ayam kegemaran saya. Orangnya to the point, pemikirannya tajam, pembuktian atas analisanya bisa dikatakan akurat 100%. Dari 1 kerat tulang, ia bahkan bisa 'membaca' hobi atau sejarah seseorang.

Tak hanya itu, FBI juga dibantu satu tim lain dengan keahlian yang berbeda dan tak kalah unik. Tim ini dikomando oleh Dr. Cal Lightman, seorang yang ahli dalam 'membaca' mimik wajah dan gesture (bahasa tubuh) orang. Bahasa tubuh di sini bukanlah bahasa isyarat yang sengaja dibuat untuk berkomunikasi tapi reaksi atau gerak tubuh spontan yang dibuat oleh seseorang. Mimik dan gesture spontan ini selalu jujur, sehingga meskipun mulut anda fasih berbohong namun Dr. Cal Lightman akan mengetahui bahwa anda berbohong. Ia ibarat natural lie detector. 

Jeffersonian Institute dan kedua tokoh di atas memanglah tokoh-tokoh fiktif dalam 2 serial televisi Amerika; "Bones" & "Lie To Me", namun tidak demikian dengan kemampuan istimewa kedua orang tadi. Ilmu tentang tulang dan membaca gerak tubuh adalah nyata. Mungkin belum ada tokoh selihai dan secanggih tokoh di kedua film tersebut, namun ilmunya riil.

Saya tidak hanya tertarik dengan kedua film maupun ilmu nyata kedua Doktor brilian namun fiktif tadi namun juga pada lahirnya ide bahwa manusia mungkin memang diciptakan (=baca didesain), untuk bercerita. Manusia tidak hanya bercerita melalui mulut ataupun lewat tulisan dan gambar tapi juga keseluruhan dirinya. Mayat sekalipun bahkan tetap bercerita. Mayat atau fosil hewan dan tumbuhan memang bercerita juga, tapi manusia -tentu- bercerita lebih banyak dan berwarna. Ketika mulut malas menumpahkan atau sengaja menyembunyikan isi hati, tanpa kita sadari, mimik dan gesture kita melepaskan sinyal-sinyal cerita jujur yang tersirat. Kita didesain untuk bercerita bahkan tanpa kita berupaya untuk itu.

Bercerita dan Mengenangnya adalah salah satu anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada Manusia. Bercerita dan Mengenangnya adalah kebebasan, hak dan kewajiban, karya dan warisan unggul umat manusia. Berceritalah. Kenanglah. Jika mulutmu tak mampu, tubuh dan tulangmu yang akan melakukannya... 


Andreas & Petrus



Artikel yang berkaitan



14 komentar:

Cara Alami Mengobati Thalasemia 16:17  

makasih infonya

Cara Alami Mengobati Luka Bakar 16:19  

semoga sukses selalu

Obat Penyakit Kista 16:20  

jangan lupa mampir balik ya gan

Obat Penyakit Komplikasi 16:21  

infonya sangat bermanfaat sekali

Obat Penyakit Hepatitis C 16:22  

thank's infonya

Obat Penyakit Radang Paru-paru 16:23  

Salam kenal dan sukses selalu

Cara Alami Mengobati Hepatitis C 09:31  

makasih infonya

Cara Alami Mengobati Epilepsi 09:33  

semoga sukses selalu

Cara Alami Mengobati Hepatitis B 09:34  

Salam kenal dan sukses selalu

Cara Alami Mengobati Kista Ovarium 09:36  

infonya sangat bermanfaat sekali

pengobatan kanker otak 14:36  

artikelnya ngasih inspirasi nih

pengobatan kanker paru paru 14:41  

terima kasih sudah mau berbagi

pengobatan nyeri haid 14:44  

seru nih infonya

pengobatan migren 14:47  

T.O.P B.A.N.G.E.T

Posting Komentar

Menurutmu, bagaimana postingan di atas? Silakan beri komentar terbaikmu but NO SPAM please. Thx.

SAHABAT Jala

KOPI PANAS Jala

BEHIND Jala

Foto saya
menjala hati, menjelajah dunia dalam dunia -Andreas & Petrus-

  © Blogger template Techie by Ourblogtemplates.com 2008, edit by PeToe! 2009

Back to TOP