Rame-Rame

Jumat, Mei 4

Aksi Rame-rame sedang menjadi fenomena. Pelakunya bukan hanya manusia tapi juga binatang. Manusia dan binatang seakan bersaing. Bukan main. Bukan main ramenya. Bukan main pula akibat dari aksi rame-rame itu. Macam-macam akibat yang ditimbulkan kedua jenis makhluk ciptaan Tuhan ini, mulai dari geli, jijik, takut, panik, gatal, perih, gondok, gerah, bahkan sampai kehilangan nyawa... Bukan main!

Memang bukan hal-hal yang menyenangkan. Beberapa menyedihkan bahkan jauh dari menyejukkan. Tanya saja kepada mereka yang panik saat rombongan ulat bulu 'bersilaturahmi' ke rumah mereka. Atau kepada mereka yang kulitnya serasa terbakar setelah 'dicium' serangga Tomcat. Atau kepada orang tua yang masih berduka sekaligus kebingungan setelah anaknya tewas karena rame-rame dipukuli oleh geng motor pita kuning. Kitapun prihatin ketika dihadapkan pada ironi pendidikan kita yang 'mengijinkan' nyontek rame-rame saat Ujian Nasional (UN), dan gerah melihat kelakuan para anggota DPR yang hobi study banding ke luar negeri rame-rame, mengajak keluarga masing-masing pula dengan (tentunya) menggunakan uang rakyat...  


Saya masih ingat ketika dulu, malam-malam sepulang ibadah atau latihan koor, dengan berjalan kaki atau naik sepeda, kami rame-rame 'menyerbu' warung tenda indomie langganan yang sekaligus menjadi 'base camp' kesekian. Bersenda gurau, ngobrol ngalor ngidul, tukar pikiran, sambil mengisi perut. Kadangkala kami sengaja menenggelamkan diri pada riuh ataupun heningnya jalan raya di depan tenda indomie kami mangkal. Dalam diam, di tengah hiruk pikuk ataupun sunyi sepi suasana, saya menyadari dan menegaskan eksistensi diri saya di dunia ini. Bahwa sekecil-kecilnya diri saya, saya adalah bagian dari dunia ini. Dan walaupun kecil, saya, sama seperti setiap orang di dunia ini, mempunyai tanggung jawab menjaga kebaikan dunia ini. Bahwa saya, meskipun ada bersama kelompok, bersama teman-teman, tetaplah seorang pribadi yang bebas merdeka.

Kita patut bersyukur karena tidak semua aksi rame-rame ini berakar dan berbuah negatif. Aksi rame-rame mematikan lampu dalam peringatan Earth Hour akhir Maret lalu bisa menjadi salah satu contoh. Optimisme para siswa SMK dalam mewujudkan mobil nasional (bahkan pesawat terbang) juga patut diacungi 4 jempol tangan & kaki. Mimpi yang rame-rame diwujudkan dalam Gerakan Indonesia Mengajar bisa menjadi satu contoh inspiratif berikutnya dari dunia pendidikan.

Rame-rame, kita bisa membuat diri dan dunia sekeliling kita hancur. Tapi kita, bersama-sama, juga mampu membuat diri dan dunia kita sejahtera.


Andreas & Petrus 



Artikel yang berkaitan



10 komentar:

obat penyakit kanker payudara 10:24  

makasih buat infonya

obat penyakit nyeri haid 10:27  

semoga sukses selalu

obat penyakit gagal ginjal 10:30  

jangan lupa mampir balik ya

obat penyakit insomnia 10:35  

infonya bermanfaat sekali gan,
makasih ..

Cara Alami Mengobati Tumor Rahang 15:17  

makasih infonya

Cara Alami Mengobati Kolesterol 15:24  

Salam kenal dan sukses selalu

Obat Tradisional Penyakit Tipes 15:28  

thank's infonya

Obat Tradisional Penyakit Kanker Prostat 15:31  

Ikut gabung sisni ea

Obat Tradisional Penyakit Kolesterol 15:33  

sukses selalu

Obat Tradisional Penyakit Ambeien 15:35  

jangan lupa mampir balik ea

Poskan Komentar

Menurutmu, bagaimana postingan di atas? Silakan beri komentar terbaikmu but NO SPAM please. Thx.

SAHABAT Jala

KOPI PANAS Jala

BEHIND Jala

Foto saya
menjala hati, menjelajah dunia dalam dunia -Andreas & Petrus-

  © Blogger template Techie by Ourblogtemplates.com 2008, edit by PeToe! 2009

Back to TOP