Bu Pur

Rabu, November 10

Dulu, di Taman Kanak-Kanak, saya memiliki satu orang guru yang -kini kusadari dia begitu- spesial. Seringkali kita tidak menyadari kasih Tuhan yang selalu memberikan apa yang kita butuhkan, tidak hanya di saat kini, tapi juga mendatang. Kita tidak menyadari itu hingga saatnya tiba. Dulu, saya pun tidak menyadari hal ini, betapa Bu Pur istimewa.
Saya memiliki bakat. Dan setiap bakat pasti istimewa karena itu anugerah Tuhan. Namun saya hanya melihat tanpa menyadari apa yang bisa saya buat dan manfaatkan dari bakat tersebut. Dan Tuhan memberikan Bu Pur kepada saya. Ia memang tidak lalu membuat saya mengerti namun ia menunjukkan kepada saya -sesungguhnya- potensi yang saya miliki dan hal-hal mengagumkan apa yang bisa saya buat dengan bakat saya. Ia 'menemukan' saya. Ia pahlawan saya. Visi dan kasih seorang Bu Pur membuat saya mampu bertahan hidup hingga kini.
Di tengah bencana alam yang menggempur Indonesia seperti saat ini. Ketika para pemimpin sibuk mencalonkan sejumlah tokoh untuk menjadi ikon baru pahlawan bagi bangsa ini, seorang kakek di puncak Merapi, Mbah Maridjan mengurbankan dirinya dengan rendah hati namun gagah sampai akhir. Tanpa pamrih.
Terima kasih saya untuk Bu Pur dan Mbah Maridjan, para pahlawan sesungguhnya.

Andreas & Petrus



Artikel yang berkaitan



2 komentar:

Belly Surya Candra Orsa 15:52  

Great Blog..!!!! Keep Blogging.... :)

Ronny Dee 19:29  

Hal yang indah bagi seorang guru adalah ketika dia berhasil membuka bakat dan potensi terpendam dari muridnya dan membuat muridnya bisa mengembangkannya semaksimal mungkin. Hm, usaha dan perjuangan bu Pur ternyata tidak sia-sia. So sweet :)

Posting Komentar

Menurutmu, bagaimana postingan di atas? Silakan beri komentar terbaikmu but NO SPAM please. Thx.

SAHABAT Jala

KOPI PANAS Jala

BEHIND Jala

Foto saya
menjala hati, menjelajah dunia dalam dunia -Andreas & Petrus-

  © Blogger template Techie by Ourblogtemplates.com 2008, edit by PeToe! 2009

Back to TOP