Di Mana... Ke Mana... Nasionalisme?

Jumat, Oktober 28

Ketika hari-hari menjelang dan saat peringatan Kemerdekaan Republik ini tak lagi semeriah dulu... Ketika pesta demokrasi berlangsung ramai namun maknanya mendangkal... Kebanyakan dari kita mungkin akan berkata: "Nasionalisme saat ini sudah berkurang..."

Ketika hari-hari menjelang dan saat peringatan penting lainnya seperti "Sumpah Pemuda" atau "Kebangkitan Nasional", sepi dari gairah, kebanyakan dari kita mungkin akan berkata: "Nasionalisme saat ini semakin berkurang..."
Entah mengapa pula, generasi muda lebih banyak disorot dan dituding jika menyangkut kemerosotan (nasionalisme).

Ketika pasukan merah putih berlaga (dan menang) dalam kompetisi olahraga antar negara, khususnya di cabang sepak bola dan bulu tangkis, kita akan melihat dan merasakan gairah itu lagi, lalu mungkin akan berkata: "Nasionalisme belum hilang... Nasionalisme telah bangkit..."
Ketika banyak pelajar negeri ini yang menang dalam berbagai lomba kecerdasan antar negara dan pulang membawa kebanggaan bagi negeri ini, mungkin kebanyakan kita akan berkata: "Hidup Indonesia! Inilah calon-calon pemimpin di masa mendatang!"
Entah mengapa, jika menyangkut kebangkitan (nasionalisme), para pemimpin akan menaikan dagu, membusungkan dada, dan berkata "KITA..."

Apakah nasionalisme bangsa ini sekarang telah meluntur dan merosot jauh? Ataukah kita yang semakin bingung mencari tempat yang tepat untuk meletakkan nasionalisme itu?

Andreas & Petrus



Artikel yang berkaitan



4 komentar:

RifkyMedia™ 10:17  

Wah.kalo soal olahraga dan nasionalisme..saya punya sedikit uneg2 nih mas.kita memang bener2 butuh kebanggaan nasional (timnas),untuk mempersatukan bangsa ini,karena mungkin hanya lewat olahragalah kita bisa bersatu,tp kenyataan sampai detik ini timnas kita belum bisa berbuat banyak,yah memang untuk menjadi besar dan kuat butuh perjuangan yg panjang sm spt sepakbola eropa dan latin yg sudah bertradisi sepakbola.

dan akhirnya kita hanya berkutat di sepakbola kedaerahan yg saling bentrok antar klub (bahkan antar klub se provinsi pun saling bermusuhan supporternya )

gue berharap banget dari sepakbola, timnas kita berlaga untuk penyempurnaan setiap harinya,semakin baik dan insya allah menjadi yg disegani. sehingga kita benar2 bersatu dalam nasionalisme, dan menanggalkan warna klub2 kedaerahan,menanggalkan rusuh antar supporter dan bersatu dalam atribut merah putih.

sekian mas,wah kepanjangan ya,maaf deh mas,hehehe

Willyo "Three" Alsyah 12:20  

semoga jiwa nasionalisme kita semua tetap terjaga, dan tetap semangat. I love Indonesia.

Jalahati 23:03  

@mas RifkyMedia & Willyo
jiwa & semangat nasionalisme kita memang harus selalu berkobar dan berkibar. Jangan melulu menunggu prestasi & pengakuan, baru berbondong-bondong 'mengibarkan bendera'. Saya kira di situ perbedaan nasionalisme sejati dan yang semu. Hidup Indonesia! :)

Lina Marliana 15:52  

nyari alamat yah bro ?? dimana ??? kemana ?? ga jelas alamatnya.. ?? (*mode on ayu tong2) hehehe

Poskan Komentar

Menurutmu, bagaimana postingan di atas? Silakan beri komentar terbaikmu but NO SPAM please. Thx.

SAHABAT Jala

KOPI PANAS Jala

BEHIND Jala

Foto saya
menjala hati, menjelajah dunia dalam dunia -Andreas & Petrus-

  © Blogger template Techie by Ourblogtemplates.com 2008, edit by PeToe! 2009

Back to TOP