P O L I S I

Selasa, Februari 16

mereka bisa tentukan diri mereka
mau jadi apa
pahlawan atau bajingan adalah pilihan


Menurut rencana dan secara idealis polisi diciptakan untuk menjadi pelindung/pengayom masyarakat. Mereka punya hak dan kewajiban sebagai alat Negara. Artinya beberapa hak itu telah memungkinkan mereka jadi penyidik, investigasi , menangkap, menahan dan membawa orang ke pengadilan, dll. Melawan mereka bisa dianggap melawan negara.
Dengan keleluasaan gerak semacam itu polisi berpeluang jadi pahlawan atau bajingan, tergantung moral polisinya.

Sesungguhnya, tak ada polisi buruk atau jahat, yang ada hanya oknum… maka, saya akan berbicara tentang oknum polisi, juga, bukan menyoroti personal polisi tapi menilai mereka sebagai sebuah lembaga.. Maksudnya gini lho, sebagai pribadi saya nggak ada masalah dengan polisi. Banyak teman2 saya yang baik bekerja sebagai polisi, faktanya saya rasakan kebaikan mereka. Tapi, saya dan masyarakat berhak secara bebas dan bertanggung jawab untuk menilai kinerja lembaga kepolisian.

Seorang oknum polisi pernah bilang, “Jika kami berprestasi masyarakat akan menilai hal itu sudah tugas dan kewajiban, tapi jika kami melakukan kesalahan sekecil apapun, masyarakat akan cerca habis-habisan, semua prestasi kami seolah tak ada artinya dan terhapus.”
Ucapan bernada mengeluh ini ada benarnya. Bisa saja masyarakat tidak adil, tapi polisi sebagai penjaga keadilan apakah juga adil?

Lihatlah faktanya, masih banyak oknum yang jadi mafia peradilan, kasus diperdagangkan, hukum jadi komoditi. Oknum jadi centeng (backing), korban diperas…
Kalau kamu berurusan dengan polisi dan kamu tidak punya uang, mampuslah kau!

Lembaga kepolisian punya kejahatan yang melembaga. Konon oknum polisi bisa disuap karena harus setor upeti ke atasannya, Bukan main! Kesannya jadi structural kebobrokan ini.. Kita sama-sama maklum, kita tau sama tau tentang oknum yang jadi garong resmi, penjahat yang berseragam dan dipersenjatai.

Apakah oknum polisi jadi jahat karena gajinya kecil? Mungkin saja, 3 tahun lalu seorang polisi senior dan hebat pernah bilang gaji polisi dengan pangkat paling rendah minimum idealnya bergaji 7 juta rupiah perbulan. Ucapan polisi senor tadi ada benarnya. Memang kekayaan tidak menjamin orang jadi baik, apalagi kemiskinan. Orang miskin, polisi atau bukan berpotensi jahat.

Sengaja saya tidak kasih contoh kasus kejahatan oknum polisi, karena artikel ini isinya bukanlah daftar kejahatan, melainkan wacana untuk kita renungkan, agar oknum polisi dan lembaganya mesti berbenah perbaiki citra. Masing-masin orang punya “luka” sendiri

Masih banyak polisi baik, namun jauh lebih banyak oknum yang jahat, sama seperti Anda dan saya, polisi doyan duwit dan oknum2 itu rela gadaikan harga diri dan reputasi…

Cuma satu polisi yang tidak doyan uang, yaitu polisi tidur.



Andreas & Petrus




Artikel yang berkaitan



3 komentar:

Willyo Alsyah P. Isman 23:28  

maaf ni sob...baru bisa berkunjung kesini soalnya ada problem nih...

NURA 14:49  

salam sobat
ya benar tuh mas,,
polisi yang ngga doyan uang adalah polisi tidur.
karena tidak memerlukan uang.
apa kabar mas,,?

Cara Membuat Blog 14:42  

Karena mungkin sudah cukup lama terdoktrin dengan rumor yang tidak mengenakan seputar polisi, jadi agak takut berurusan dengan polisi. Sebisa mungkin tidak berurusan dengan polisi kecuali kepepet seperti saat KTP hilang dan terpaksa harus lapor kehilangan. Besar harapan rumor2 negatif itu akan berkurang beredar digantikan dngan rumor positif dan polisi bukanlah lagi hal yang ditakuti / dihindari.

Cara Membuat Blog

Posting Komentar

Menurutmu, bagaimana postingan di atas? Silakan beri komentar terbaikmu but NO SPAM please. Thx.

SAHABAT Jala

KOPI PANAS Jala

BEHIND Jala

Foto saya
menjala hati, menjelajah dunia dalam dunia -Andreas & Petrus-

  © Blogger template Techie by Ourblogtemplates.com 2008, edit by PeToe! 2009

Back to TOP